1. Usahakan mengisi minyak ke dalam kompor tidak luber atau jangan biarkan minyak di dalam kompor kosong.
2. Periksa sumbu kompor apakah ada yang panjang sebelah atau ompong, karena bisa menyulut kebakaran.
3. Jangan menaruh kompor terlalu dekat ke dinding.
4. Jangan menyimpan barang yang mudah terbakar, seperti bensin atau minyak tanah di kolong meja kompor, atau dekat dengan sumber api.
5. Bila menggunakan kompor gas, taruhlah kompor dan tabung gas di tempat yang ventilasinya bagus atau mencukupi agar udara mudah keluar masuk. Sehingga bila terjadi kebocoran, gas akan langsung terbawa angin. Hindari menempatkan kompor gas di dekat barang yang mudah terbakar. Juga, jangan menaruh kompor gas di sebelah kompor minyak. Apabila terpaksa, taruhlah kompor gas sekitar 1-2 meter dari kompor minyak.
6. Periksalah saluran gas dari tabung ke kompor.
7. Untuk listrik, jangan memasang lampu berlebihan dan jangan menempelkan stop kontak bertumpuk-tumpuk. Pasalnya, kabel akan panas dan meleleh, dan dapat menyebabkan percikan api yang lama-lama bisa menyulut kebakaran.
8. Jangan merokok di tempat tidur.
9. Jangan menaruh obat nyamuk bakar terlalu dekat dengan barang-barang yang mudah terbakar.
10.Jangan biarkan anak kecil bermain korek api.
11. Jangan membakar sampah di tengah terik matahari atau deraan angin kencang.
Bagaimana jika kebakaran tak bisa dicegah?
1. Padamkan api sebisa mungkin. Bila kompor yang terbakar, Anda bisa memadamkannya dengan menggunakan karung atau kain yang telah dibasahi air. Api terdiri atas tiga unsur, yaitu unsur benda, udara, dan panas. Dengan kain atau karung basah, konsepnya adalah menghilangkan unsur udara. Kain atau karung basah menutup pori-pori, sehingga mencegah udara masuk.
2. Jangan sekali-kali menyiramkan air ke atas kompor yang terbakar. Car aini tidak akan memadamkan, namun sebaliknya, justru akan memperluas daerah yang terbakar.
3. Jika kebakaran disebabkan listrik, putuskan aliran listrik secepatnya dan padamkan percikan apinya.
4. Bila api tak kunjung padam, utamakan keselamatan diri Anda. Segera menghubungi dinas pemadam kebakaran dengan menekan nomor (0624)693208
5. Usahakan memberikan informasi yang jelas, seperti apa yang terbakar dan dimana lokasinya. Ini dimaksudkan agar petugas PMK dapat mengirimkan unit pemadam yang sesuai dengan kejadian. Pasalnya, penanganan musibah kebakaran berbeda satu sama lain. Misalnya jika yang terbakar pom bensin, petugas akan mengirimkan mobil pemadam yang mempunyai peralatan khusus, seperti mobil foam, sementara jika yang terbakar gedung bertingkat, petugas akan mengirimkan mobil tangga.
Sabtu, 19 November 2011
Klasifikasi Kebakaran
1. Kebakaran Klas A
Kebakaran dari bahan biasa yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, pakaian dan sejenisnya.
Jenis alat pemadam : yang menggunakan air harus digunakan sebagai alat pemadam pokok.
2. Kebakaran Klas B
Kebakaran bahan cairan yang mudah terbakar seperti minyak bumi, gas, lemak dan sejenisnya.
Jenis alat pemadam : yang digunakan adalah jenis busa sebagai alat pemadam pokok.
3. Kebakaran Klas C
Kebakaran listrik (seperti kebocoran listrik, korsleting) termasuk kebakaran pada alat-alat listrik.
Jenis alat pemadam : yang digunakan adalah jenis kimia dan gas sebagai alat pemadam pokok.
4. Kebakaran Klas D
Kebakaran logam seperti Zeng, Magnesium, serbuk Aluminium, Sodium, Titanium dan lain-lain.
Jenis alat pemadam : yang harus digunakan adalah jenis khusus yang berupa bubuk kimia kering.
Tips Memadamkan Kebakaran
Cara – cara Memadamkan Kebakaran
1.Kebakaran Kompor Minyak
Cara memadamkannya :
Ambil karung atau kain dan basahkan, kemudian selubungkan pada kompor.
Gunakan alat pemadam api (kalau ada)
2.Kebakaran Akibat Listrik
Cara memadamkannya :
Cabut sekering listrik dan jatuhkan breaker (stop kontak)
Setelah sekering dicabut, padamkan kebakaran tersebut dengan alat pemadam.
3.Kebakaran Tempat Penggorengan/Wajan
Cara memadamkannya :
Ambil tutup panci atau baskom, lalu tutupkan ke wajan yang terbakar tersebut.
Kalau langkah pertama api belum padam, ambil goni/kain basah lalu selubungkan ke wajan tersebut.
Minyak goreng panas kalau terbakar jangan disiram dengan air.
4.Anak terbakar akibat main api
Cara memadamkannya :
Ambil selimut atau handuk lalu selimutkan/selubungkan kepada anak tersebut.
5.Sepeda motor di dalam rumah
Cara memadamkannya :
Kalau ada, padamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR)
Ambil karung goni dan basahkan dengan air lalu selubungkan pada sepeda motor yang terbakar tersebut.
6.Tilam/Kasur Terbakar
Cara memadamkannya :
Segera siram dengan air dan segera bawa ke luar.
7.Kebakaran pada lampu strumking / petromak.
Cara memadamkannya :
Kalau mungkin, segera turunkan.
Tutup dengan goni basah atau padamkan dengan alat-alat pemadam kebakaran (jangan disiram dengan air)
Tips :
Sebelum bepergian meninggalkan rumah dalam keadaan kosong,cek/periksa terlebih dahulu breaker (stop kontak).Apabila masih tersambung dengan rangkaian listrik segera cabut.Juga periksa kompor atau tungku untuk memasak,jikalau masih ada sumber api yang masih hidup segera matikan.Karena api kecil itu bisa sangat berbahaya jika sudah menjadi besar..
Kebakaran dari bahan biasa yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, pakaian dan sejenisnya.
Jenis alat pemadam : yang menggunakan air harus digunakan sebagai alat pemadam pokok.
2. Kebakaran Klas B
Kebakaran bahan cairan yang mudah terbakar seperti minyak bumi, gas, lemak dan sejenisnya.
Jenis alat pemadam : yang digunakan adalah jenis busa sebagai alat pemadam pokok.
3. Kebakaran Klas C
Kebakaran listrik (seperti kebocoran listrik, korsleting) termasuk kebakaran pada alat-alat listrik.
Jenis alat pemadam : yang digunakan adalah jenis kimia dan gas sebagai alat pemadam pokok.
4. Kebakaran Klas D
Kebakaran logam seperti Zeng, Magnesium, serbuk Aluminium, Sodium, Titanium dan lain-lain.
Jenis alat pemadam : yang harus digunakan adalah jenis khusus yang berupa bubuk kimia kering.
Tips Memadamkan Kebakaran
Cara – cara Memadamkan Kebakaran
1.Kebakaran Kompor Minyak
Cara memadamkannya :
Ambil karung atau kain dan basahkan, kemudian selubungkan pada kompor.
Gunakan alat pemadam api (kalau ada)
2.Kebakaran Akibat Listrik
Cara memadamkannya :
Cabut sekering listrik dan jatuhkan breaker (stop kontak)
Setelah sekering dicabut, padamkan kebakaran tersebut dengan alat pemadam.
3.Kebakaran Tempat Penggorengan/Wajan
Cara memadamkannya :
Ambil tutup panci atau baskom, lalu tutupkan ke wajan yang terbakar tersebut.
Kalau langkah pertama api belum padam, ambil goni/kain basah lalu selubungkan ke wajan tersebut.
Minyak goreng panas kalau terbakar jangan disiram dengan air.
4.Anak terbakar akibat main api
Cara memadamkannya :
Ambil selimut atau handuk lalu selimutkan/selubungkan kepada anak tersebut.
5.Sepeda motor di dalam rumah
Cara memadamkannya :
Kalau ada, padamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR)
Ambil karung goni dan basahkan dengan air lalu selubungkan pada sepeda motor yang terbakar tersebut.
6.Tilam/Kasur Terbakar
Cara memadamkannya :
Segera siram dengan air dan segera bawa ke luar.
7.Kebakaran pada lampu strumking / petromak.
Cara memadamkannya :
Kalau mungkin, segera turunkan.
Tutup dengan goni basah atau padamkan dengan alat-alat pemadam kebakaran (jangan disiram dengan air)
Tips :
Sebelum bepergian meninggalkan rumah dalam keadaan kosong,cek/periksa terlebih dahulu breaker (stop kontak).Apabila masih tersambung dengan rangkaian listrik segera cabut.Juga periksa kompor atau tungku untuk memasak,jikalau masih ada sumber api yang masih hidup segera matikan.Karena api kecil itu bisa sangat berbahaya jika sudah menjadi besar..
Diberdayakan oleh Blogger.